Kebakaran pada hari Jumat menewaskan 10 orang di pusat pelatihan Flamengo di Rio
de Janeiro.

Petugas pemadam kebakaran dipanggil pada pukul 17:17 waktu setempat untuk
mengendalikan kobaran api yang bersumber dari tempat tidur kamp pemain muda
Flamengo.

Enam dari orang yang meninggal adalah remaja berusia antara 14 dan 17 tahun. Empat
korban lainnya adalah karyawan klub.

Christian Esmério, 15, yang merupakan kiper dari tim muda, telah dikonfirmasikan
sebagai salah satu korban tewas.

Menurut departemen pemadam kebakaran Rio de Janeiro, satu di antara beberapa
yang terluka dalam kondisi serius.

Kebakaran itu terjadi di pusat state-of-the-art klub Brasil yang baru direnovasi dua bulan
lalu, Namun masih belum ada informasi resmi tentang apa yang menyebabkan
kebakaran.

Gambar yang diambil dari udara oleh penyiar RecordTV dan Globo menunjukkan area
klub yang dihancurkan oleh api, yang dilaporkan baru bisa dikendalikan sekitar 7:20
pagi waktu setempat.

Pihak klub juga telah memposting pesan di Twitter-nya dengan mengatakan: "Flamengo
sedang berkabung."

Ini adalah tragedi kedua yang menghantam Rio de Janeiro dalam 48 jam terakhir
setelah setidaknya enam orang tewas setelah badai yang disebabkan oleh bencana
banjir dan tanah longsor pada Rabu malam.

Gubernur Rio de Janeiro, Wilson Witzel, telah menyatakan tiga hari berkabung atas
meninggalnya para korban yang terkena dampak banjir dan kebakaran.

Pemain muda berbakat milik Real Madrid Vinicius Junior, yang berlatih di pusat
sementara menjadi bagian dari akademi muda Flamengo sebelum pindah ke Spanyol,
berbicara melalui akun Twitter-nya: "Berita yang menyedihkan! Mari kita berdoa untuk
semua orang. Kuat, kuat dan kuat."

Dia menambahkan: "Hanya untuk mengingat malam dan hari-hari yang saya habiskan
(di pusat pelatihan). Masih tidak percaya, tetapi dalam doa untuk semua! Semoga
Tuhan memberkati keluarga masing-masing!"

Legenda klub Zico berbicara melalui akun Instagram: "Semoga Tuhan memberkati
keluarga yang kehilangan anak, cucu, saudara lelaki, keponakan, kerabat mereka.

Anak-anak muda yang bermimpi memiliki masa depan dalam hidup mereka dan banyak
orang, tanpa diragukan lagi, ingin membantu keluarga mereka.. Hidup sudah hilang.

Semoga bangsa kulit hitam dan merah memiliki kekuatan dan keyakinan untuk
mengatasi momen ini."

Para pejabat pertandingan pun menunda dua semifinal Piala Guanabara yang
seharusnya dilangsungkan akhir pekan ini, salah satunya di antara Flamengo dan
Fluminense.

Bolalokadulu.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *